POSTINGAN TERBARU

Ketua Pengprov Baru Perisai Diri Banten


Musyawarah Provinsi Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Banten telah dilaksanakan pada sabtu 24 september 2016 kemarin di SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan.  Dari serangkaian acara dalam musyawarah tersebut setidaknya ada dua hal yang dijadikan agenda utama,  yaitu laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua pengurus baru.


Acara yang dimulai dengan registrasi pukul 08.00 Wib tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Setiap yang terlibat dari mulai pembukaan oleh MC hingga do'a penutup semuanya dilakukan oleh keluarga Perisai Diri.


Tema MUSPROV KELATNAS Indonesia Perisai Diri 2016 adalah “Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Pengembangan dan Prestasi KELATNAS Indonesia Perisai Diri BANTEN”


MUSPROV 2016 mempunyai tugas dan wewenang untuk:
- Menilai pertanggung jawaban Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten periode 2012 – 2016.
- Menerima usulan pokok-pokok program kerja untuk dilaksanakan Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten 2016 – 2020.
- Memilih Ketua Umum Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten Periode 2016 – 2020.
- Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu.


Alhamdulillah,  hasil dari Musprov ini telah diterimanya Laporan Pertanggungjawaban Pengprov tahun 2012-2016 dengan baik dan memuaskan. 
Tidak lupa disampaikannya ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas segala hal yang dicurahkan Pengprov PD Banten yaitu Kang H. Ayat dan jajarannya semoga semua hal baik yang telah dilakukan menjadi amal dan dapat dipertahankan oleh Pengprov selanjutnya. 



Dengan penuh rasa syukur pula telah terpilih Ketua Pengurus Perisai Diri Provinsi Banten periode 2016-2020 Mas Ir. Gentur semoga Kelatnas Indonesia Perisai Diri Provinsi Banten semakin berkambang dan maju.


Dalam kesempatan yang sama juga telah terpilih Ketua Pengurus Perisai Diri Kota Tangerang Selatan yaitu Mas Erick Gunawan, semoga Perisai Diri Cabang Kota Tangsel semakin maju. 


Selamat dan Sukses untuk seluruh Keluarga Silat Nasilnal Indonesia Perisai Diri khususnya Perisai Diri Provinsi Banten,  semoga semakin jaya. 



Musyawarah Provinsi Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Banten telah dilaksanakan pada sabtu 24 september 2016 kemarin di SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan.  Dari serangkaian acara dalam musyawarah tersebut setidaknya ada dua hal yang dijadikan agenda utama,  yaitu laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua pengurus baru.


Acara yang dimulai dengan registrasi pukul 08.00 Wib tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Setiap yang terlibat dari mulai pembukaan oleh MC hingga do'a penutup semuanya dilakukan oleh keluarga Perisai Diri.


Tema MUSPROV KELATNAS Indonesia Perisai Diri 2016 adalah “Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Pengembangan dan Prestasi KELATNAS Indonesia Perisai Diri BANTEN”


MUSPROV 2016 mempunyai tugas dan wewenang untuk:
- Menilai pertanggung jawaban Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten periode 2012 – 2016.
- Menerima usulan pokok-pokok program kerja untuk dilaksanakan Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten 2016 – 2020.
- Memilih Ketua Umum Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten Periode 2016 – 2020.
- Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu.


Alhamdulillah,  hasil dari Musprov ini telah diterimanya Laporan Pertanggungjawaban Pengprov tahun 2012-2016 dengan baik dan memuaskan. 
Tidak lupa disampaikannya ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas segala hal yang dicurahkan Pengprov PD Banten yaitu Kang H. Ayat dan jajarannya semoga semua hal baik yang telah dilakukan menjadi amal dan dapat dipertahankan oleh Pengprov selanjutnya. 



Dengan penuh rasa syukur pula telah terpilih Ketua Pengurus Perisai Diri Provinsi Banten periode 2016-2020 Mas Ir. Gentur semoga Kelatnas Indonesia Perisai Diri Provinsi Banten semakin berkambang dan maju.


Dalam kesempatan yang sama juga telah terpilih Ketua Pengurus Perisai Diri Kota Tangerang Selatan yaitu Mas Erick Gunawan, semoga Perisai Diri Cabang Kota Tangsel semakin maju. 


Selamat dan Sukses untuk seluruh Keluarga Silat Nasilnal Indonesia Perisai Diri khususnya Perisai Diri Provinsi Banten,  semoga semakin jaya. 


Detail

Musyawarah Provinsi (Musprov) Perisai Diri Banten 2016



Waktu begitu cepat berlalu...  di tahun 2012 lalu telah dilaksanakannya Musyawarah Provinsi (Musprov) Perisai Diri Banten yang pertama kalinya bertempat di Aula Student Center Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 

Sudah 4 tahun lamanya Perisai Diri Banten Berkibar di bawah ketua Pengprov Kang H. Ayat, selama kepengurusan beliau Perisai Diri Banten melesat mendunia namanya dengan senantiasa turut serta dalam berbagai event. Diantara kesuksesannya adalah tidak pernah absen dalam kejuaraan dunia PDIC bahkan selalu pulang membawa medali Emas.

Dengan datangannya tahun 2016 maka menjadi tahun terakhir kepengurusan Pengprov Banten. Semoga setiap program kegiatan yang terlaksana menjadi amal pengabdian yang bermanfaat yang tak terputus dan apa yang menjadi program namun belum terlajsana mudah-mudahan dapat dilaksanakan di kepengurusan berikutnya, Aamin. 

Untuk melanjutkan kesuksesan Perisai Diri Provinsi Banten,  maka akan dilaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) Perisai Diri Banten 2016. 

MARI KITA SUKSESKAN MUSYAWARAH PROVINSI KELUARGA SILAT NASIONAL INDONESIA PERISAI DIRI PENGURUS PROVINSI BANTEN TAHUN 2016
HARI SABTU TANGGAL 24 SEPTEMBER 2016
BERTEMPAT DI SMA NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN

MAKSUD, TUJUAN, LANDASAN DAN TEMA

Melaksanakan Anggaran Dasar Bab VI (Musyawarah dan Rapat) pasal 4, Anggaran Rumah Tangga Bab VIII (Organisasi pasal 16, dan Anggaran Rumah Tangga Bab IX (Musyawarah dan Rapat) Pasal 37 ayat 3, serta Anggaran Rumah Tangga Bab X (Hak Suara). 

Pengurus Provinsi dibentuk oleh Musyawarah Provinsi dengan cara melalui Sistem Formatur, untuk masa kerja 4 (empat) tahun.
MUSPROV dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan pada ketentuan AD dan ART KELATNAS Indonesia Perisai Diri.

Tema MUSPROV KELATNAS Indonesia Perisai Diri 2016 adalah “Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Pengembangan dan Prestasi KELATNAS Indonesia Perisai Diri BANTEN”

MUSPROV 2016 mempunyai tugas dan wewenang untuk :
Menilai pertanggung jawaban Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten periode 2012 – 2016. 

Menerima usulan pokok-pokok program kerja untuk dilaksanakan Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten 2016 – 2020. 

Memilih Ketua Umum Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten Periode 2016 – 2020. 

Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu.


Waktu begitu cepat berlalu...  di tahun 2012 lalu telah dilaksanakannya Musyawarah Provinsi (Musprov) Perisai Diri Banten yang pertama kalinya bertempat di Aula Student Center Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 

Sudah 4 tahun lamanya Perisai Diri Banten Berkibar di bawah ketua Pengprov Kang H. Ayat, selama kepengurusan beliau Perisai Diri Banten melesat mendunia namanya dengan senantiasa turut serta dalam berbagai event. Diantara kesuksesannya adalah tidak pernah absen dalam kejuaraan dunia PDIC bahkan selalu pulang membawa medali Emas.

Dengan datangannya tahun 2016 maka menjadi tahun terakhir kepengurusan Pengprov Banten. Semoga setiap program kegiatan yang terlaksana menjadi amal pengabdian yang bermanfaat yang tak terputus dan apa yang menjadi program namun belum terlajsana mudah-mudahan dapat dilaksanakan di kepengurusan berikutnya, Aamin. 

Untuk melanjutkan kesuksesan Perisai Diri Provinsi Banten,  maka akan dilaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) Perisai Diri Banten 2016. 

MARI KITA SUKSESKAN MUSYAWARAH PROVINSI KELUARGA SILAT NASIONAL INDONESIA PERISAI DIRI PENGURUS PROVINSI BANTEN TAHUN 2016
HARI SABTU TANGGAL 24 SEPTEMBER 2016
BERTEMPAT DI SMA NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN

MAKSUD, TUJUAN, LANDASAN DAN TEMA

Melaksanakan Anggaran Dasar Bab VI (Musyawarah dan Rapat) pasal 4, Anggaran Rumah Tangga Bab VIII (Organisasi pasal 16, dan Anggaran Rumah Tangga Bab IX (Musyawarah dan Rapat) Pasal 37 ayat 3, serta Anggaran Rumah Tangga Bab X (Hak Suara). 

Pengurus Provinsi dibentuk oleh Musyawarah Provinsi dengan cara melalui Sistem Formatur, untuk masa kerja 4 (empat) tahun.
MUSPROV dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan pada ketentuan AD dan ART KELATNAS Indonesia Perisai Diri.

Tema MUSPROV KELATNAS Indonesia Perisai Diri 2016 adalah “Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Pengembangan dan Prestasi KELATNAS Indonesia Perisai Diri BANTEN”

MUSPROV 2016 mempunyai tugas dan wewenang untuk :
Menilai pertanggung jawaban Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten periode 2012 – 2016. 

Menerima usulan pokok-pokok program kerja untuk dilaksanakan Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten 2016 – 2020. 

Memilih Ketua Umum Pengurus Provinsi KELATNAS Indonesia Perisai Diri Banten Periode 2016 – 2020. 

Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu.
Detail

Atlet Pencak Silat Jabar Lolos

6 Atlet Pencak Silat Jabar Lolos di Babak Penyisihan, Satu Pesilat Gugur Dikalahkan Pesilat Jakarta

TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Nadia Putri Dewi (biru) atlet pencak silat Jawa Barat saat bertanding melawan Harommaini (merah) dari Riau pada partai ke 10 kelas E putri di gelanggang II Graha Satria Jawa Barat pada pertandingan pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Senin (19/9). 
JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Enam dari tujuh atlet pencak silat Jawa Barat lolos babak penyisihan pertama di nomor tanding putra putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat di Graha Satria Jawa Barat, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (19/9).
Keenam atlet tersebut yakni Hanifan Yunadi Kusumah Kelas C Putra, Nadia Putri Dewi Kelas E Putri, Wahyudi Lukman Kelas D Putra, Phaksi Ghifari Nugraha Kelas E Putra, Eldansyah M Thariq kelas I Putra, Eri Budiono Kelas H Putra. Sedabngkan yang gugur adalah Selly Adriani Kelas d Putri.
Hanifan mampu mengalahkan lawannya yakni Muhammad Supiannur dari Kalimantan selatan dengan skor telak 5-0 dalam ronde ketiga. Nadia juga mampu mengalahkan Harommaini dari Riau dengan Wasit Memberhentikan Pertandingan (WMP) pada ronde kedua akibat lawannya tidak seimbang dengan perbedaan skor yang sangat jauh. Nadia menjadi satu-satunya atlet yang memenangkan dengan WMP.
Sedangkan Wahyudi juga memenangkan pertandingan dengan skor 5-0 atas Muarif Elhuda Lanos asal Sumatera Selatan. Kemenangan telak Wahyudi jejaknya juga diikuti Phaksi atas Hapnas Andaria asal Sulawesi Selatan.
Sementara, Eldhansyah menang karena Bagaskoro Sulistyo asal Jawa Tengah yang menjadi lawannya didiskualifikasi wasit. Eri Budiono menang TKO atas Roni Bakari asal Gorontalo. Sedangkan Selly Adriani Gugur setelah dikalahkan Pipiet Kamelia asal DKI Jakarta dengan skor 2-3.(raw)
Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar

6 Atlet Pencak Silat Jabar Lolos di Babak Penyisihan, Satu Pesilat Gugur Dikalahkan Pesilat Jakarta

TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Nadia Putri Dewi (biru) atlet pencak silat Jawa Barat saat bertanding melawan Harommaini (merah) dari Riau pada partai ke 10 kelas E putri di gelanggang II Graha Satria Jawa Barat pada pertandingan pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Senin (19/9). 
JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Enam dari tujuh atlet pencak silat Jawa Barat lolos babak penyisihan pertama di nomor tanding putra putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat di Graha Satria Jawa Barat, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (19/9).
Keenam atlet tersebut yakni Hanifan Yunadi Kusumah Kelas C Putra, Nadia Putri Dewi Kelas E Putri, Wahyudi Lukman Kelas D Putra, Phaksi Ghifari Nugraha Kelas E Putra, Eldansyah M Thariq kelas I Putra, Eri Budiono Kelas H Putra. Sedabngkan yang gugur adalah Selly Adriani Kelas d Putri.
Hanifan mampu mengalahkan lawannya yakni Muhammad Supiannur dari Kalimantan selatan dengan skor telak 5-0 dalam ronde ketiga. Nadia juga mampu mengalahkan Harommaini dari Riau dengan Wasit Memberhentikan Pertandingan (WMP) pada ronde kedua akibat lawannya tidak seimbang dengan perbedaan skor yang sangat jauh. Nadia menjadi satu-satunya atlet yang memenangkan dengan WMP.
Sedangkan Wahyudi juga memenangkan pertandingan dengan skor 5-0 atas Muarif Elhuda Lanos asal Sumatera Selatan. Kemenangan telak Wahyudi jejaknya juga diikuti Phaksi atas Hapnas Andaria asal Sulawesi Selatan.
Sementara, Eldhansyah menang karena Bagaskoro Sulistyo asal Jawa Tengah yang menjadi lawannya didiskualifikasi wasit. Eri Budiono menang TKO atas Roni Bakari asal Gorontalo. Sedangkan Selly Adriani Gugur setelah dikalahkan Pipiet Kamelia asal DKI Jakarta dengan skor 2-3.(raw)
Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Detail

Latihan Silat IPSI Tahap 1

    Latihan Tahap 1


    Didalam tahap pertama ini akan dibahas mengenai hal hal seperti berikut ini :


    LATIHAN DASAR PERTAHANAN DIRI TENAGA DALAM
    Kekuatan tenaga dalam, seperti yang telah dinyatakan bahawa ianya dapat dinyatakan atau diprojeksikan walaupun tanpa sokongan fizikal. Yang penting adanya rangsangan berupa: rasa amarah atau maksud jahat yang berasal dari luar. Akan tetapi memandangkan dalam praktik pertahanan diri (terutama pada tahap awal) tidak semua orang yang berkelahi mengeluarkan emosi sehingga mengakibatkan ilmu tenaga dalam kita tidak berfungsi, maka perlu kiranya para Pemula tenaga dalam itu dibekali dengan ilmu pertahanan diri biasa (umum). Dengan demikian maka mereka akan lebih percaya diri, di samping itu juga untuk mengantisipasi agar mereka tidak KO (knock-Out) sebelum mereka dapat menggunakan ilmu tenaga dalamnya.
    Catatan :
    Jika anda pernah mengikuti sebarang pelajaran seni mempertahankan diri seperti silat, tae kwan do, karate, dan sebagainya maka anda tidak akan menghadapi masalah dalam menguasai tahap ini. Latihan dasar pertahanan diri tenaga dalam yang akan diterangkan dalam tahap ini merupakan latihan dasar-dasar seni pertahanan diri Pencak Silat. Terdiri dari: latihan pemanasan, latihan belaan dan latihan serangan. Dalam tahap ini, hanya dasar-dasar serangan dan belaan pencak silat yang penting sahaja yang akan diterangkan. Walaupun demikian, disarankan agar Pemula (Pelatih) tidak menganggap sepele/mudah bentuk-bentuk latihan dasar ini. Bentuk-bentuk latihan dasar ini telah dipilih dan sengaja disajikan berdasarkan suatu kaedah yang juga akan mempercepat bangkitnya kekuatan tenaga dalam. Latihlah dengan sungguh-sungguh bentuk latihan dasar ini kira-kira selama 10 (sepuluh) hari, sebelum anda mempelajari cara-cara membangkitkan dan mengolah kekuatan tenaga dalam atau energi emosi.

    A. LATIHAN PEMANASAN

    Latihan pemanasan hanya memerlukan masa antara 10 hingga 15 minit. Masing-masing jenis latihan juga hanya perlu dilakukan kurang dari 2 kali 10 gerakan. Lakukan latihan secara perlahan-lahan mulai dari yang pertama hingga yang terakhir. Jangan dilakukan dengan cara menghentak-hentak, lakukan dengan gerakan yang menyihatkan tubuh. Apa yang harus diingat ialah, latihan pemanasan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kondisi fizikal dan mental guna menghadapi latihan-latihan yang lebih lanjut. Latihan pemanasan juga berguna untuk mencegah terjadinya cedera dan shock (cedera mental).
    1. Lari atau Lari Di Tempat.

    2. Latihan lari atau lari di tempat selalu dilakukan pertama kali sebelum latihan-latihan pemanasan yang lainnya. Dengan latihan ini, tidak hanya kaki yang mendapat gerakan pemanasan melainkan juga anggota-anggota tubuh yang lain. Lari atau lari di tempat juga sangat bagus untuk melatih jantung dan paru-paru.

      Lari di tempat dengan tumit dipukulkan pada pantat. Latihan ini juga dapat dilakukan dengan berjalan.


      Lari di tempat dengan paha diangkat tinggi-tinggi. Latihan inipun juga dapat dilakukan dengan berjalan.

      Untuk menyokong bangkitnya saluran tenaga dalam anda, lakukan latihan-latihan tersebut dengan cara menahan nafas. Mula-mula tahanlah nafas selama 5 gerakan, kemudian ditingkatkan menjadi 10 gerakan, 15 gerakan dan seterusnya dengan selisih 5 gerakan. Pada tahap awal. anda mungkin merasa sukar untuk melakukan latihan ini. Tetapi lama kelamaan latihan dengan cara menahan nafas tersebut akan berjalan secara automatik dan anda tidak perlu harus mengingat-ingat kiraan/hitungan.
    3. Latihan Meregangkan Otot Leher

    4. Latihan berikutnya ialah gerakan-gerakan untuk meregangkan kelompok otot-otot leher. Latihan terdiri atas: gerakan leher ke depan dan belakang, ke samping, gerakan setengah pusingan dan gerakan memusing leher penuh. Latihan ini akan membebaskan anda dari rasa kekakuan serta menghindari rasa pening dan sakit kepala setelah melakukan latihan. Perhatikan cara melakukannya pada peragaan berikut ini:

      Meregangkan otot leher dengan gerakan ke depan.


      Meregangkan otot leher dengan gerakan ke belakang.

      Latihan meregangkan otot leher (=ke depan, ke belakang, ke samping, setengah pusingan mahupun pusingan penuh), harus dilakukan masing-masing 2 kali gerakan. Misalnya dengan kiraan satu-dua ke depan dan satu-dua ke belakang dan seterusnya. Latihan ini juga harus dilakukan dengan cara menahan na7p00fas seperti pada latihan lari di tempat. Agar penahanan nafas ini tidak terganggu (=bocor), sebaiknya kiraan satu-dua tersebut di atas tidak perlu disuarakan namun cukup dibatin (di dalam hati) sahaja.
    5. Latihan Memompa Tubuh ( Push-up ).

    6. Latihan memompa tubuh yang lazim disebut push-up adalah latihan yang fungsinya kecuali untuk pemanasan juga untuk menguatkan otot-otot tubuh bahagian atas: dada, bahu, tangan dan otot-otot punggung/belakang. Latihan memompa tubuh ini bahkan menjadi standard bagi semua aliran seni mempertahankan diri, semakin banyak orang dapat melakukan latihan ini semakin kuat tubuh badan bagian atas orang itu.
      Cara melakukannya, letakkan kedua telapak tangan anda di lantai. Tarik kedua kaki anda ke belakang sehingga punggung menjadi lurus, kemudian turunkan dada anda ke bawah dan tahanlah beberapa inci dari lantai. Angkatlah badan dengan kedua tangan anda, pastikan agar punggung tetap lurus, kemudian turunkan lagi ke bawah dan tahan lagi beberapa inci dari lantai. Ulangi gerakan tersebut beberapa kali dan tingkatkan kiraannya setahap demi setahap sesuai dengan kemampuan anda. Latihan memompa tubuh ini boleh divariasikan dengan berbagai posisi tangan, misalnya dengan jari-jari tangan mengepal atau dengan menggunakan ujung-ujung jari sebagai tumpuan. Jika anda sudah terbiasa, kerjakan latihan ini sekurang-kurangnya 25 atau 30 kali setiap latihan. Akan lebih baik jika anda dapat latihan dengan menggunakan beban yang wajar (sesuai dengan kemampuan) yang diletakkan di atas punggung anda.
      Latihan memompa tubuh ini juga dapat dilakukan dengan push-up ular. Cara melakukannya: mula-mula letakkan kedua telapak tangan di lantai, tarik kedua telapak tangan itu lebih dekat dengan kedua kaki sehingga posisi badan anda akan membentuk segitiga dengan pantat sebagai ujungnya. Selanjutnya, gerakkan kepala anda ke bawah lalu melengkung ke atas menyerupai gerakan ular. Gerakan ini harus dilakukan dengan menekuk kedua tangan seperti pada latihan push-up biasa. Perhatikan peragaan-peragaan di bawah ini:

      (Kiraan 1:) Membentuk posisi segitiga dengan pantat sebagai ujungnya.


      (Kiraan 2:) Menggerakkan kepala ke bawah, lalu melengkung ke atas langsung ke kiraan yang pertama. Latihan ini juga harus dilakukan dengan cara menahan nafas, seperti pada latihan-latihan sebelumnya.

    7. Menguatkan Perut dan Otot-otot Tubuh Bahagian Bawah.

    8. Latihan yang lazim digunakan untuk menguatkan perut dan kelompok-kelompok otot bahagian bawah, ialah latihan Sit-up. Kecuali sebagai pemanasan, latihan ini akan menguatkan perut, punggung bahagian bawah, otot-otot pinggang, otot-otot paha dan betis bahagian belakang. Dengan otot perut dan pinggang yang kuat, maka dapat melindungi organ-organ yang penting yang berada di dalamnya dari benturan yang boleh berupa pukulan mahupun tendangan. Perhatikan cra melakukannya pada peragaan berikut:

      Berbaringlah dengan kaki yang lurus dan kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala (memegang kelompok otot leher bahagian belakang).

      Angkatlah badan dan kepala anda ke atas dan usahakan agar hidung anda mampu mencium lutut (kaki harus tetap lurus). Kemudian langsung kembalilah ke posisi semula.
      Latihan penguatan perut dan kelompok otot-otot tubuh bahagian bawah ini, jika dilakukan secara konsisten, akan sangat menunjang luas dan tidaknya radius tenaga dalam anda terutama pada waktu anda melakukan jurus tenaga dalam yang ke-1 yang akan diberikan dalam tahap 3. Lakukan latihan sit-up ini dengan menahan nafas seperti pada latihan-latihan sebelumnya.

    1. Latihan Memutar Lutut

    2. Latihan memutar lutut berfungsi untuk melemaskan sendi lutut, menghilangkan kekakuan dan rasa berat pada kaki. Di samping akan meningkatkan kelincahan, latihan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera sendi misalnya terseliuh pada waktu kaki digunakan untuk menendang atau menahan benturan dari alat serang lawan.
      Cara melakukannya, mula-mula pegang kedua lutut anda dengan kedua tangan anda. Rapatkan lutut anda antara yang satu dengan yang lain, tekuk sedikit kedua lutut anda ke muka sehingga punggung anda akan ikut membungkuk. Selanjutnya putar kedua lutut anda bersama-sama dengan rileks, sesuai dengan arah pusingan jam. Lakukan gerakan itu kira-kira 10 kali kiraan, kemudian balikkan gerakannya berlawanan dengan arah pusingan jam, juga kira-kira 10 kali kiraan/putaran.
      Yang harus diingat, latihan memutar lutut ini tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa melainkan harus dilakukan dengan tenang dan dengan gerakan yang efektif. Jika anda masih punya cukup masa untuk melakukan latihan, tingkatkan latihan ini misalnya dengan memutar sendi-sendi yang lainnya: pergelangan tangan, sendi siku, lengan, pinggang dan pergelangan kaki. Perhatikan cara-cara melakukannya pada peragaan-peragaan di bawah:

      Berdirilah dengan kaki rapat kemudian pegang kedua lutut anda dengan kedua tangan anda, sama seperti posisi orang melakukan rukuk.
      Kemudian tekuk lutut anda ke depan dan putar ke arah kiri (searah dengan pusingan jam) sebanyak 5 putaran. lalu baliklah gerakan itu ke arah kanan juga sebanyak 5 kali putaran dan seterusnya.
      Latihan Memutar Pinggul: Berdirilah dengan kedua kaki terbuka (kangkang), kemudian pegang kedua pinggang anda dengan kedua tangan anda. Cara memegangnya berbeza dengan pada waktu kita bercekak pinggang, ibu jari harus diletakkan di samping/depan perut bukannya di belakang perut.
      Selanjutnya dorong pinggul anda ke depan dan putar ke kiri searah dengan pusingan jam, sebanyak 5 kali. Baliklah putaran tersebut berlawanan dengan arah pusingan jam sebanyak juga 5 kali pusingan dan seterusnya.
      Latihan memutar persendian-persendian tersebut berfungsi untuk meningkatkan kelenturan tubuh dan menghilangkan perasaan kaku. Harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan panduan, kerana latihan ini akan sangat menyokong penguasaan baik gerakan-gerakan dasar mempertahankan diri mahupun jurus-jurus tenaga dalam. Dan jangan lupa, latihan-latihan tersebut juga harus ditingkatkan dengan cara menahan nafas yang harus ditingkatkan kiraannya setahap demi setahap.

    B. TEKNIK-TEKNIK SERANGAN

    Serangan di dalam Seni Pencak Silat diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dengan cara melancarkan pukulan, tendangan dan lain-lain pada suatu sasaran di bahagian tubuh lawan. Dikatakan sebagai usaha mempertahankan diri kerana pada dasarnya semua teknik di dalam Pencak Silat (sama ada serangan mahupun pertahanan) semata-mata hanya untuk mempertahankan diri atau membela diri. Kepada Pemula/Pelatih diharapkan mengutamakan praktik pertahanan diri terlebih dahulu daripada praktik menyerang. Kata para pendekar :"MUSUH TAK DICARI BERSUA PANTANG LARI."
    Serangan dasar yang paling popular di dalam Seni Pencak Silat,iaitu memukul dengan kepalan tangan dan menendang dengan ujung telapak kaki, tendangan dengan sisi telapak kaki dan tendangan dengan tumit. Teknik serangan dasar ini harus dikuasai secara baik dan benar, kerana hal ini akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik serangan di tingkat lanjutan.
    1. Teknik Pukulan atau Jotosan
    2. Pukulan dengan kepalan tangan (:jotosan) diberi berdasarkan arah lintasan serangan, iaitu: pukulan lurus, pukulan dari arah samping, pukulan dari arah atas ke bawah dan pukulan dari arah bawah ke atas.
      Kekuatan pukulan Pencak Silat seperti halnya dengan karate dan kung fu, terpusat pada dua buku jari yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang yang terletak di punggung tangan. Pukulan harus dilancarkan dengan cara menghentakkan tangan, seperti gerakan "sendal pancing" atau cemeti mengayun. Dengan teknik ini maka tangan yang kita gunakan untuk memukul tidak mudah ditangkap dan dipatahkan oleh lawan, di samping itu juga sukar untuk dihindari atau ditangkis. Yang penting, pada waktu mengirimkan pukulan tangan dan kepalan harus dalam keadaan lentur dan rileks, baru setelah mengenai sasaran kepalan tangan diperkeras dan tenaga disalurkan dengan sepenuhnya. Pukulan Pencak Silat tidak boleh dilakukan dengan mengambil awalan, kerana akan mudah diantisipasi oleh lawan. Perhatikan peragaan teknik-teknik jotosan berikut:

      Cara mengepal yang benar, lipatlah buku-buku jari tangan anda kemudian kancinglah dengan ibu jari anda. Pergelangan tangan harus lurus, tidak boleh bengkok.
      Pukulan Depan/Lurus : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah (=ongkong-ongkong), kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. pukulkan kepalan tangan anda tersebut lurus ke arah depan, bergantian kiri dan kanan. Lakukan latihan ini dengan cara menahan nafas. Mula-mula tahanlah nafas selama 5 gerakan/pukulan, kemudian ditingkatkan menjadi 10 gerakan/pukulan dan seterusnya dengan gandaan 5 pukulan.
      Sasaran pukulan depan/lurus adalah dada. Pukulan ini dapat digunakan untuk menyerang semua sasaran yang berada di depan, bawah mahupun atas.
      Pukulan Bandul atau Saduk : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah , kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. Pukulkan kepalan tangan anda tersebut dengan arah gerakan dari bawah ke atas atau sedikit dimiringkan ke arah samping.
      Sasaran pukulan bandul atau saduk ialah perut/ulu hati, pinggang/ginjal kiri dan kanan, dagu dan alat kemaluan.
    3. Teknik Tendangan
    4. Tendangan dasar yang paling popular di dalam Pencak Silat ialah tendangan depan dan tendangan belakang. Tendangan depan dilakukan dengan menggunakan ujung telapak kaki, telapak kaki dan sisi telapak kaki atau pedang kaki. Sedangkan tendangan belakang dilakukan dengan menggunakan tumit. Seperti halnya dengan pukulan, agar tendangan itu efektif juga harus dilakukan dengan teknik "sendal pancing". Agar tidak mudah diantisipasi oleh lawan, tendangan juga tidak boleh dilakukan dengan terlebih dahulu mengambil awalan atau ancang-ancang. Yang penting untuk dijadikan sebagai catatan, sangatlah penting memperhatikan keseimbangan badan pada waktu melakukan tendangan. Pada waktu menendang posisi badan tidak boleh terlalu doyong/maju ke depan atau ke belakang. Jangan pula anda menendang terlalu tinggi melampaui kemampuan postur tubuh anda, kerana hal ini di samping akan menjadikan tendangan tidak efektif juga akan memperlemah kedudukan kaki anda yang satunya yang dijadikan sebagai tumpuan.
      Tendangan yang baik merupakan koordinasi antara sikap tangan, kaki dan badan. Untuk itu maka lakukan latihan dengan perlahan-lahan terlebih dahulu, baru kemudian ditingkatkan dengan menggunakan kekuatan dan kecepatan. Agar diperoleh gerakan automatik (refleks), lakukan latihan secara rutin dan terus menerus. Untuk meningkatkan kekuatan tendangan, dapat dilakukan latihan dengan menggunakan beban. Tetapi latihan dengan menggunakan beban hanya diperbolehkan jika berat beban disesuaikan dengan kemampuan. Peragaan dan keterangan-keterangan di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana cara melatih tendangan secara baik dan efektif.

      Sikap Pasang Permulaan (Stand) : Awali semua latihan tendangan dengan stand/sikap pasang seperti gambar di atas. Berdirilah dengan kuda-kuda tengah yang ringan-ringan sahaja, julurkan tangan kiri anda ke depan sementara tangan yang satunya dikepalkan dan diletakkan di depan dada, siap untuk mengantisipasi setiap gerakan dari pihak lawan.
      1. Tendangan Depan.
      2. Tendangan Depan yang lazim disebut Tendangan A ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke muka, dengan lintasan gerakan dari arah belakang ke depan. Bagian kaki yang digunakan untuk dibenturkan pada sasaran ialah hujung depan telapak kaki. Cara melatihnya : mula-mula awali dengan stand/sikap pasang seperti ditunjukkan pada peragaan di atas, tekuk dan angkatlah tinggi-tinggi lutut anda. Ikuti dengan menekuk jari-jari kaki ke atas lalu tendangkan ke depan dengan suatu gerakan menyodok dengan menggunakan hujung telapak kaki bagian depan. Pada saat hujung telapak kaki dibenturkan pada sasaran, seluruh kekuatan harus disatukan pada ujung telapak kaki bagian depan itu. Setelah ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda seperti gerakan cemeti mengayun (spring) dan paha tetap diangkat tinggi, lalu letakkan kembali ke lantai untuk membentuk sikap pasang seperti pada waktu akan melakukan tendangan.
        Pada waktu melakukan tendangan, kedua tangan harus dikepalkan dan diletakkan di samping pinggang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar badan tetap adlam keadaan seimbang dan seluruh kekuatan dapat disalurkan. Lakukan latihan tendangan ini dengan cara menahan nafas, misalnya mula-mula menahan nafas selama 3 tendangan kemudian ditingkatkan menjadi 6 tendangan, 9 tendangan dan seterusnya.

        Tendangan Depan/Tendangan A


        Sasaran daripada tendangan depan (Tendangan A) ialah perut/ulu hati dan alat kemaluan. Jika tendangan ini digunakan untuk menyerang bahagian-bahagian tubuh lawan yang berada di luar jangkauan postur tubuh, misalnya untuk menyerang kepala, biasanya menjadi tidak efektif kerana akan kehilangan kekuatan.

      1. Tendangan Belakang
      2. Tendangan Belakang atau yang lazimnya disebut Tendangan B ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke belakang, dengan arah lintasan tendangan dari arah depan ke belakang. Bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan ialah hujung tumit.
        Cara melakukannya : Awali dengan sikap pasang/stand, kemudian tendangkan kaki anda yang di belakang ke arah depan. Lakukan tendangan ini dengan memutar tubuh ke kiri atau ke kanan (:bila kaki kiri yang ditendangkan tubuh diputar ke arah kanan dan apabila kaki kanan yang ditendangkan, tubuh diputar ke arah kiri). Pada waktu memutar tubuh, kaki yang dijadikan tumpuan harus dijinjitkan. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, pada waktu melakukan tendangan kedua tangan harus dikepalkan dan dirapatkan erat-erat di samping pinggang.

        Tendangan Belakang atau Tendangan B

        Agar tendangan belakang ini dapat anda lakukan dengan benar, jangan menoleh pada waktu menendang. Pandanglah lawan melalui selangkangan anda. Setelah kaki ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda dengan gerakan emeti mengayun (spring) kemudian letakkan kembali kaki anda untuk membentuk sikap pasang seperti semula. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

      1. Tendangan Samping
      2. Tendangan Samping atau yang lazimnya disebut Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan sikap tubuh miring. bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan iaitu sisi telapak kaki atau "pedang" kaki. Cara melakukan tendangan T ini pada prinsipnya sama dengan tendangan-tendangan yang lain. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

        Tendangan Samping atau Tendangan T : Gunakan salah satu tangan anda untuk melindungi alat kemaluan.
    C. TEKNIK-TEKNIK PERTAHANAN DIRI

    Di dalam pencak silat, pertahanan diri atau Belaan diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dari serangan-serangan lawan dengan cara menghindar, menangkis dan lain-lain, sama ada dilanjutkan mahupun tidak dilanjutkan dengan serangan ke arah tubuh lawan.
    Belaan dasar pencak silat yang paling popular ialah belaan/pertahanan diri dengan cara menangkis. Terutama menangkis dengan menggunakan lengan dan menangkis dengan menggunakan lutut. Seperti halnya dengan serangan dasar, belaan dasar ini juga harus dilatih secara baik dan benar kerana akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik belaan di tingkat lanjutan.
    Ada dua teknik utama yang harus dimengerti agar dapat melakukan tangkisan secara baik dan benar.
    1. Pertama, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang keras (:lutut, siku, kepalan tangan) harus dilakukan dengan teknik benturan. Caranya iaitu dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, tepat pada saat serangan itu akan mendarat pada bahagian tubuh yang hendak kita lindungi. Teknik tangkisan benturan ini sangat efektif sebagai sarana pertahanan diri, kerana semakin keras serangan yang dilancarkan oleh lawan maka akan semakin parah akibat yang harus diderita oleh lawan. Falsafah para Pendekar : "BARANGSIAPA INGIN MENYAKITI DIALAH YANG AKAN KESAKITAN, BARANGSIAPA INGIN MEMBUNUH DIALAH YANG AKAN MATI."
    2. Teknik yang kedua, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang lunak ( ; lengan, telapak tangan, telapak kaki) harus dilakukan dengan teknik yang disebut "teknik tangkap bandol" atau "teknik tangkap bola". Serangan lawan tidak perlu kita tangkis dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, melainkan cukup dengan cara mengikuti laju alat serang lawan. Pada saat serangan itu akan mendarat/sampai di bahagian tubuh kita, laju serangan lawan kita tahan dengan kekuatan yang ringan-ringan sahaja, selanjutnya kita ikuti lagi laju serangan lawan. Dengan cara demikian maka kekuatan daripada serangan akan musnah sebelum serangan itu mencapai pada sasaran.
      1. Teknik tangkisan tangkap bola ini juga sangat efektif sebagai sarana untuk mempertahankan diri. Dengan teknik ini lawan akan cepat lelah kerana terlalu banyak tenaga yang dibuang-buang secara sia-sia. Dibandingkan dengan teknik tangkisan benturan, teknik yang meminjam tenaga lawan ini lebih sukar untuk dilakukan. Anda yang ingin menguasai teknik ini secara sempurna harus bersedia melatihnya secara terus menerus di samping harus rajin untuk melakukan percubaan-percubaan. Keterangan dan peragaan-peragaan di bawah ini menjelaskan tentang cara melatih tangkisan-tangkisan dasar tersebut di atas.
        1. Menangkis Pukulan Lurus
        2. Pukulan lurus biasanya diarahkan pada dada atau muka. Untuk menangkis pukulan lurus kita dapat menggunakan salah satu lengan atau siku. Caranya iaitu dengan menekuk lengan/siku tersebut kemudian membenturkannya (dengan alat serang lawan) ke arah kiri, ke arah kanan atau ke arah atas. Tangkisan ini harus dibarengi dengan menggeser kaki dan memutar pinggang, sehingga badan tetap dalam keadaan seimbang. Tangkisan yang baik dilakukan dengan cepat, tepat pada saat alat serang lawan hampir mendarat pada sasaran.

          Sabetkan lengan dan siku anda tepat pada saat pukulan hampir mendarat pada sasaran, jangan terlambat atau mendahului. Putar pinggang anda dan geser kaki kanan anda sedikit ke belakang, sehingga kepalan/alat serang lawan dapat kita buang lebih jauh.
        3. Menangkis Pukulan Bandul
        4. Pukulan Bandul atau pukulan Saduk biasanya diarahkan ke ulu hati atau ke arah ginjal kiri dan kanan. Pukulan ini dapat ditangkis dengan menggunakan lengan bawah bahagian dalam. Caranya : lengan bawah bahagian dalam tersebut kita sabetkan ke lengan bawah bahagian dalam milik lawan, ke bawah atau ke samping depan. Gerakan menangkis harus dilakukan dengan teknik tangkap bola atau teknik tangkap bandul. Dengan teknik tersebut maka laju serangan lawan akan dapat dengan mudah dihentikan tanpa menimbulkan rasa sakit pada tangan.

          Pukulan Bandul merupakan pukulan jarak dekat, jangan mengambil jarak terlalu jauh agar tangkisan dapat dilakukan dengan lebih baik. Pukulkan lengan anda ke lengan lawan, putar pinggang dan condongkan kuda-kuda anda sedikit ke belakang. Tangkisan lebih aman jika dilakukan dengan jari-jari mengepal.
        5. Menangkis Tendangan Depan
        6. Tendangan depan biasanya diarahkan ke bahagian ulu hati/perut dan alat kemaluan. Tendangan depan atau tendangan A yang terlatih dengan baik boleh sangat membahayakan, terutama jika mengenai alat kemaluan. Tendangan ini dapat ditangkis dengan mengangkat lutut ke atas, atau dengan cara mengibaskan telapak tangan (dengan pergelangan tangan yang ditekuk) ke kiri atau kanan. Jika alat tangkis yang kita gunakan untuk menahan serangan adalah lutut, kita harus menggunakan teknik benturan. Dan jika menggunakan telapak tangan, kita harus menerapkan teknik tangkap bola.

          Geser kaki kiri sedikit ke samping kiri, kibaskan telapak tangan anda ke betis lawan. Gerakan menangkis itu harus dilakukan tepat pada saat serangan hampir mengenai sasaran.
        7. Menangkis Tendangan Belakang
        8. Tendangan belakang atau Tendangan B biasanya diarahkan ke bahagian perut ke atas hingga dagu. Apabila dilakukan dengan cepat dan sempurna, tendangan ini sangat sukar diantisipasi. Akan tetapi jika dilakukan dengan sedikit terlambat, tendangan belakang ini malah boleh menjadi senjata makan tuan. Cara yang paling praktis untuk menahan tendangan belakang ialah dengan membenturkan lutut yang kita angkat ke atas dengan alat serang lawan (tumit).

          Angkat lutut anda tepat pada saat serangan akan mendarat pada sasaran di bahagian perut kita, bersamaan dengan itu, keprukkan kedua kepalan tangan anda. Tangkisan harus dibuat serapat mungkin sehingga benar-benar boleh melindungi tubuh kita.
        9. Menangkis Tendangan Samping
        10. Tendangan Samping atau Tendangan T biasanya diarahkan ke perut atau dada dan hampir tidak efektif jika tendangan ini diarahkan ke muka atau ke alat kemaluan. Meskipun demikian tendangan samping ini sebenarnya lebih sukar ditangkis dengan menggunakan tangan dan kaki. Tendangan ini lebih mudah dihindari dengan sedikit merendahkan kuda-kuda. Inipun harus langsung disusul dengan serangan bawah. Jika tidak disusul dengan serangan, maka hindaran yang kita lakukan hanya akan sia-sia bahkan boleh mencelakakan diri kita sendiri.
          Dalam keadaan terjepit tendangan samping dapat kita atasi dengan menangkiskan dua lengan atau siku yang kita rapatkan (blok). Gerakan tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, sehingga alat tangkis kita tidak terlalu keras membentur pada alat serang lawan. Pada waktu menangkis jari-jari harus dikepalkan untuk menghindari terjadinya cedera pada pergelangan.

          Tangkislah tendangan samping tepat pada pedang kakinya (sisi telapak kaki). Tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, serta dengan sedikit menggeser kaki ke belakang. Usahakan agar kepalan tangan tidak terlalu dekat dengan muka.

          Sebagai penutup, perlu ditekankan di sini bahawa teknik-teknik serangan mahupun teknik-teknik pertahanan/belaan tidak dapat dikuasai sekadar dengan memahami teori yang diberikan. Teknk-teknik tersebut harus dilatih secara rutin dan terus menerus, sehingga dapat menghasilkan gerakan-gerakan secara automatik/spontan. Di samping itu, apabila anda konsisten dengan teknik latihan penahanan nafas, maka secara berangsur-angsur saluran tenaga dalam anda akan terbuka dan akan terbentuk pula suatu radius tenaga dalam / Aura (= pagar automatik tenaga dalam ). Pada Tahap Empat nanti, anda akan diajari bagaimana cara membuktikan kewujudan pagar tenaga dalam automatik ini.
          Demikian adalah bentuk bentuk dari tahap 1, silahkan di praktikkan.

    Latihan Tahap 1


    Didalam tahap pertama ini akan dibahas mengenai hal hal seperti berikut ini :


    LATIHAN DASAR PERTAHANAN DIRI TENAGA DALAM
    Kekuatan tenaga dalam, seperti yang telah dinyatakan bahawa ianya dapat dinyatakan atau diprojeksikan walaupun tanpa sokongan fizikal. Yang penting adanya rangsangan berupa: rasa amarah atau maksud jahat yang berasal dari luar. Akan tetapi memandangkan dalam praktik pertahanan diri (terutama pada tahap awal) tidak semua orang yang berkelahi mengeluarkan emosi sehingga mengakibatkan ilmu tenaga dalam kita tidak berfungsi, maka perlu kiranya para Pemula tenaga dalam itu dibekali dengan ilmu pertahanan diri biasa (umum). Dengan demikian maka mereka akan lebih percaya diri, di samping itu juga untuk mengantisipasi agar mereka tidak KO (knock-Out) sebelum mereka dapat menggunakan ilmu tenaga dalamnya.
    Catatan :
    Jika anda pernah mengikuti sebarang pelajaran seni mempertahankan diri seperti silat, tae kwan do, karate, dan sebagainya maka anda tidak akan menghadapi masalah dalam menguasai tahap ini. Latihan dasar pertahanan diri tenaga dalam yang akan diterangkan dalam tahap ini merupakan latihan dasar-dasar seni pertahanan diri Pencak Silat. Terdiri dari: latihan pemanasan, latihan belaan dan latihan serangan. Dalam tahap ini, hanya dasar-dasar serangan dan belaan pencak silat yang penting sahaja yang akan diterangkan. Walaupun demikian, disarankan agar Pemula (Pelatih) tidak menganggap sepele/mudah bentuk-bentuk latihan dasar ini. Bentuk-bentuk latihan dasar ini telah dipilih dan sengaja disajikan berdasarkan suatu kaedah yang juga akan mempercepat bangkitnya kekuatan tenaga dalam. Latihlah dengan sungguh-sungguh bentuk latihan dasar ini kira-kira selama 10 (sepuluh) hari, sebelum anda mempelajari cara-cara membangkitkan dan mengolah kekuatan tenaga dalam atau energi emosi.

    A. LATIHAN PEMANASAN

    Latihan pemanasan hanya memerlukan masa antara 10 hingga 15 minit. Masing-masing jenis latihan juga hanya perlu dilakukan kurang dari 2 kali 10 gerakan. Lakukan latihan secara perlahan-lahan mulai dari yang pertama hingga yang terakhir. Jangan dilakukan dengan cara menghentak-hentak, lakukan dengan gerakan yang menyihatkan tubuh. Apa yang harus diingat ialah, latihan pemanasan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kondisi fizikal dan mental guna menghadapi latihan-latihan yang lebih lanjut. Latihan pemanasan juga berguna untuk mencegah terjadinya cedera dan shock (cedera mental).
    1. Lari atau Lari Di Tempat.

    2. Latihan lari atau lari di tempat selalu dilakukan pertama kali sebelum latihan-latihan pemanasan yang lainnya. Dengan latihan ini, tidak hanya kaki yang mendapat gerakan pemanasan melainkan juga anggota-anggota tubuh yang lain. Lari atau lari di tempat juga sangat bagus untuk melatih jantung dan paru-paru.

      Lari di tempat dengan tumit dipukulkan pada pantat. Latihan ini juga dapat dilakukan dengan berjalan.


      Lari di tempat dengan paha diangkat tinggi-tinggi. Latihan inipun juga dapat dilakukan dengan berjalan.

      Untuk menyokong bangkitnya saluran tenaga dalam anda, lakukan latihan-latihan tersebut dengan cara menahan nafas. Mula-mula tahanlah nafas selama 5 gerakan, kemudian ditingkatkan menjadi 10 gerakan, 15 gerakan dan seterusnya dengan selisih 5 gerakan. Pada tahap awal. anda mungkin merasa sukar untuk melakukan latihan ini. Tetapi lama kelamaan latihan dengan cara menahan nafas tersebut akan berjalan secara automatik dan anda tidak perlu harus mengingat-ingat kiraan/hitungan.
    3. Latihan Meregangkan Otot Leher

    4. Latihan berikutnya ialah gerakan-gerakan untuk meregangkan kelompok otot-otot leher. Latihan terdiri atas: gerakan leher ke depan dan belakang, ke samping, gerakan setengah pusingan dan gerakan memusing leher penuh. Latihan ini akan membebaskan anda dari rasa kekakuan serta menghindari rasa pening dan sakit kepala setelah melakukan latihan. Perhatikan cara melakukannya pada peragaan berikut ini:

      Meregangkan otot leher dengan gerakan ke depan.


      Meregangkan otot leher dengan gerakan ke belakang.

      Latihan meregangkan otot leher (=ke depan, ke belakang, ke samping, setengah pusingan mahupun pusingan penuh), harus dilakukan masing-masing 2 kali gerakan. Misalnya dengan kiraan satu-dua ke depan dan satu-dua ke belakang dan seterusnya. Latihan ini juga harus dilakukan dengan cara menahan na7p00fas seperti pada latihan lari di tempat. Agar penahanan nafas ini tidak terganggu (=bocor), sebaiknya kiraan satu-dua tersebut di atas tidak perlu disuarakan namun cukup dibatin (di dalam hati) sahaja.
    5. Latihan Memompa Tubuh ( Push-up ).

    6. Latihan memompa tubuh yang lazim disebut push-up adalah latihan yang fungsinya kecuali untuk pemanasan juga untuk menguatkan otot-otot tubuh bahagian atas: dada, bahu, tangan dan otot-otot punggung/belakang. Latihan memompa tubuh ini bahkan menjadi standard bagi semua aliran seni mempertahankan diri, semakin banyak orang dapat melakukan latihan ini semakin kuat tubuh badan bagian atas orang itu.
      Cara melakukannya, letakkan kedua telapak tangan anda di lantai. Tarik kedua kaki anda ke belakang sehingga punggung menjadi lurus, kemudian turunkan dada anda ke bawah dan tahanlah beberapa inci dari lantai. Angkatlah badan dengan kedua tangan anda, pastikan agar punggung tetap lurus, kemudian turunkan lagi ke bawah dan tahan lagi beberapa inci dari lantai. Ulangi gerakan tersebut beberapa kali dan tingkatkan kiraannya setahap demi setahap sesuai dengan kemampuan anda. Latihan memompa tubuh ini boleh divariasikan dengan berbagai posisi tangan, misalnya dengan jari-jari tangan mengepal atau dengan menggunakan ujung-ujung jari sebagai tumpuan. Jika anda sudah terbiasa, kerjakan latihan ini sekurang-kurangnya 25 atau 30 kali setiap latihan. Akan lebih baik jika anda dapat latihan dengan menggunakan beban yang wajar (sesuai dengan kemampuan) yang diletakkan di atas punggung anda.
      Latihan memompa tubuh ini juga dapat dilakukan dengan push-up ular. Cara melakukannya: mula-mula letakkan kedua telapak tangan di lantai, tarik kedua telapak tangan itu lebih dekat dengan kedua kaki sehingga posisi badan anda akan membentuk segitiga dengan pantat sebagai ujungnya. Selanjutnya, gerakkan kepala anda ke bawah lalu melengkung ke atas menyerupai gerakan ular. Gerakan ini harus dilakukan dengan menekuk kedua tangan seperti pada latihan push-up biasa. Perhatikan peragaan-peragaan di bawah ini:

      (Kiraan 1:) Membentuk posisi segitiga dengan pantat sebagai ujungnya.


      (Kiraan 2:) Menggerakkan kepala ke bawah, lalu melengkung ke atas langsung ke kiraan yang pertama. Latihan ini juga harus dilakukan dengan cara menahan nafas, seperti pada latihan-latihan sebelumnya.

    7. Menguatkan Perut dan Otot-otot Tubuh Bahagian Bawah.

    8. Latihan yang lazim digunakan untuk menguatkan perut dan kelompok-kelompok otot bahagian bawah, ialah latihan Sit-up. Kecuali sebagai pemanasan, latihan ini akan menguatkan perut, punggung bahagian bawah, otot-otot pinggang, otot-otot paha dan betis bahagian belakang. Dengan otot perut dan pinggang yang kuat, maka dapat melindungi organ-organ yang penting yang berada di dalamnya dari benturan yang boleh berupa pukulan mahupun tendangan. Perhatikan cra melakukannya pada peragaan berikut:

      Berbaringlah dengan kaki yang lurus dan kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala (memegang kelompok otot leher bahagian belakang).

      Angkatlah badan dan kepala anda ke atas dan usahakan agar hidung anda mampu mencium lutut (kaki harus tetap lurus). Kemudian langsung kembalilah ke posisi semula.
      Latihan penguatan perut dan kelompok otot-otot tubuh bahagian bawah ini, jika dilakukan secara konsisten, akan sangat menunjang luas dan tidaknya radius tenaga dalam anda terutama pada waktu anda melakukan jurus tenaga dalam yang ke-1 yang akan diberikan dalam tahap 3. Lakukan latihan sit-up ini dengan menahan nafas seperti pada latihan-latihan sebelumnya.

    1. Latihan Memutar Lutut

    2. Latihan memutar lutut berfungsi untuk melemaskan sendi lutut, menghilangkan kekakuan dan rasa berat pada kaki. Di samping akan meningkatkan kelincahan, latihan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera sendi misalnya terseliuh pada waktu kaki digunakan untuk menendang atau menahan benturan dari alat serang lawan.
      Cara melakukannya, mula-mula pegang kedua lutut anda dengan kedua tangan anda. Rapatkan lutut anda antara yang satu dengan yang lain, tekuk sedikit kedua lutut anda ke muka sehingga punggung anda akan ikut membungkuk. Selanjutnya putar kedua lutut anda bersama-sama dengan rileks, sesuai dengan arah pusingan jam. Lakukan gerakan itu kira-kira 10 kali kiraan, kemudian balikkan gerakannya berlawanan dengan arah pusingan jam, juga kira-kira 10 kali kiraan/putaran.
      Yang harus diingat, latihan memutar lutut ini tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa melainkan harus dilakukan dengan tenang dan dengan gerakan yang efektif. Jika anda masih punya cukup masa untuk melakukan latihan, tingkatkan latihan ini misalnya dengan memutar sendi-sendi yang lainnya: pergelangan tangan, sendi siku, lengan, pinggang dan pergelangan kaki. Perhatikan cara-cara melakukannya pada peragaan-peragaan di bawah:

      Berdirilah dengan kaki rapat kemudian pegang kedua lutut anda dengan kedua tangan anda, sama seperti posisi orang melakukan rukuk.
      Kemudian tekuk lutut anda ke depan dan putar ke arah kiri (searah dengan pusingan jam) sebanyak 5 putaran. lalu baliklah gerakan itu ke arah kanan juga sebanyak 5 kali putaran dan seterusnya.
      Latihan Memutar Pinggul: Berdirilah dengan kedua kaki terbuka (kangkang), kemudian pegang kedua pinggang anda dengan kedua tangan anda. Cara memegangnya berbeza dengan pada waktu kita bercekak pinggang, ibu jari harus diletakkan di samping/depan perut bukannya di belakang perut.
      Selanjutnya dorong pinggul anda ke depan dan putar ke kiri searah dengan pusingan jam, sebanyak 5 kali. Baliklah putaran tersebut berlawanan dengan arah pusingan jam sebanyak juga 5 kali pusingan dan seterusnya.
      Latihan memutar persendian-persendian tersebut berfungsi untuk meningkatkan kelenturan tubuh dan menghilangkan perasaan kaku. Harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan panduan, kerana latihan ini akan sangat menyokong penguasaan baik gerakan-gerakan dasar mempertahankan diri mahupun jurus-jurus tenaga dalam. Dan jangan lupa, latihan-latihan tersebut juga harus ditingkatkan dengan cara menahan nafas yang harus ditingkatkan kiraannya setahap demi setahap.

    B. TEKNIK-TEKNIK SERANGAN

    Serangan di dalam Seni Pencak Silat diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dengan cara melancarkan pukulan, tendangan dan lain-lain pada suatu sasaran di bahagian tubuh lawan. Dikatakan sebagai usaha mempertahankan diri kerana pada dasarnya semua teknik di dalam Pencak Silat (sama ada serangan mahupun pertahanan) semata-mata hanya untuk mempertahankan diri atau membela diri. Kepada Pemula/Pelatih diharapkan mengutamakan praktik pertahanan diri terlebih dahulu daripada praktik menyerang. Kata para pendekar :"MUSUH TAK DICARI BERSUA PANTANG LARI."
    Serangan dasar yang paling popular di dalam Seni Pencak Silat,iaitu memukul dengan kepalan tangan dan menendang dengan ujung telapak kaki, tendangan dengan sisi telapak kaki dan tendangan dengan tumit. Teknik serangan dasar ini harus dikuasai secara baik dan benar, kerana hal ini akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik serangan di tingkat lanjutan.
    1. Teknik Pukulan atau Jotosan
    2. Pukulan dengan kepalan tangan (:jotosan) diberi berdasarkan arah lintasan serangan, iaitu: pukulan lurus, pukulan dari arah samping, pukulan dari arah atas ke bawah dan pukulan dari arah bawah ke atas.
      Kekuatan pukulan Pencak Silat seperti halnya dengan karate dan kung fu, terpusat pada dua buku jari yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang yang terletak di punggung tangan. Pukulan harus dilancarkan dengan cara menghentakkan tangan, seperti gerakan "sendal pancing" atau cemeti mengayun. Dengan teknik ini maka tangan yang kita gunakan untuk memukul tidak mudah ditangkap dan dipatahkan oleh lawan, di samping itu juga sukar untuk dihindari atau ditangkis. Yang penting, pada waktu mengirimkan pukulan tangan dan kepalan harus dalam keadaan lentur dan rileks, baru setelah mengenai sasaran kepalan tangan diperkeras dan tenaga disalurkan dengan sepenuhnya. Pukulan Pencak Silat tidak boleh dilakukan dengan mengambil awalan, kerana akan mudah diantisipasi oleh lawan. Perhatikan peragaan teknik-teknik jotosan berikut:

      Cara mengepal yang benar, lipatlah buku-buku jari tangan anda kemudian kancinglah dengan ibu jari anda. Pergelangan tangan harus lurus, tidak boleh bengkok.
      Pukulan Depan/Lurus : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah (=ongkong-ongkong), kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. pukulkan kepalan tangan anda tersebut lurus ke arah depan, bergantian kiri dan kanan. Lakukan latihan ini dengan cara menahan nafas. Mula-mula tahanlah nafas selama 5 gerakan/pukulan, kemudian ditingkatkan menjadi 10 gerakan/pukulan dan seterusnya dengan gandaan 5 pukulan.
      Sasaran pukulan depan/lurus adalah dada. Pukulan ini dapat digunakan untuk menyerang semua sasaran yang berada di depan, bawah mahupun atas.
      Pukulan Bandul atau Saduk : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah , kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. Pukulkan kepalan tangan anda tersebut dengan arah gerakan dari bawah ke atas atau sedikit dimiringkan ke arah samping.
      Sasaran pukulan bandul atau saduk ialah perut/ulu hati, pinggang/ginjal kiri dan kanan, dagu dan alat kemaluan.
    3. Teknik Tendangan
    4. Tendangan dasar yang paling popular di dalam Pencak Silat ialah tendangan depan dan tendangan belakang. Tendangan depan dilakukan dengan menggunakan ujung telapak kaki, telapak kaki dan sisi telapak kaki atau pedang kaki. Sedangkan tendangan belakang dilakukan dengan menggunakan tumit. Seperti halnya dengan pukulan, agar tendangan itu efektif juga harus dilakukan dengan teknik "sendal pancing". Agar tidak mudah diantisipasi oleh lawan, tendangan juga tidak boleh dilakukan dengan terlebih dahulu mengambil awalan atau ancang-ancang. Yang penting untuk dijadikan sebagai catatan, sangatlah penting memperhatikan keseimbangan badan pada waktu melakukan tendangan. Pada waktu menendang posisi badan tidak boleh terlalu doyong/maju ke depan atau ke belakang. Jangan pula anda menendang terlalu tinggi melampaui kemampuan postur tubuh anda, kerana hal ini di samping akan menjadikan tendangan tidak efektif juga akan memperlemah kedudukan kaki anda yang satunya yang dijadikan sebagai tumpuan.
      Tendangan yang baik merupakan koordinasi antara sikap tangan, kaki dan badan. Untuk itu maka lakukan latihan dengan perlahan-lahan terlebih dahulu, baru kemudian ditingkatkan dengan menggunakan kekuatan dan kecepatan. Agar diperoleh gerakan automatik (refleks), lakukan latihan secara rutin dan terus menerus. Untuk meningkatkan kekuatan tendangan, dapat dilakukan latihan dengan menggunakan beban. Tetapi latihan dengan menggunakan beban hanya diperbolehkan jika berat beban disesuaikan dengan kemampuan. Peragaan dan keterangan-keterangan di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana cara melatih tendangan secara baik dan efektif.

      Sikap Pasang Permulaan (Stand) : Awali semua latihan tendangan dengan stand/sikap pasang seperti gambar di atas. Berdirilah dengan kuda-kuda tengah yang ringan-ringan sahaja, julurkan tangan kiri anda ke depan sementara tangan yang satunya dikepalkan dan diletakkan di depan dada, siap untuk mengantisipasi setiap gerakan dari pihak lawan.
      1. Tendangan Depan.
      2. Tendangan Depan yang lazim disebut Tendangan A ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke muka, dengan lintasan gerakan dari arah belakang ke depan. Bagian kaki yang digunakan untuk dibenturkan pada sasaran ialah hujung depan telapak kaki. Cara melatihnya : mula-mula awali dengan stand/sikap pasang seperti ditunjukkan pada peragaan di atas, tekuk dan angkatlah tinggi-tinggi lutut anda. Ikuti dengan menekuk jari-jari kaki ke atas lalu tendangkan ke depan dengan suatu gerakan menyodok dengan menggunakan hujung telapak kaki bagian depan. Pada saat hujung telapak kaki dibenturkan pada sasaran, seluruh kekuatan harus disatukan pada ujung telapak kaki bagian depan itu. Setelah ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda seperti gerakan cemeti mengayun (spring) dan paha tetap diangkat tinggi, lalu letakkan kembali ke lantai untuk membentuk sikap pasang seperti pada waktu akan melakukan tendangan.
        Pada waktu melakukan tendangan, kedua tangan harus dikepalkan dan diletakkan di samping pinggang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar badan tetap adlam keadaan seimbang dan seluruh kekuatan dapat disalurkan. Lakukan latihan tendangan ini dengan cara menahan nafas, misalnya mula-mula menahan nafas selama 3 tendangan kemudian ditingkatkan menjadi 6 tendangan, 9 tendangan dan seterusnya.

        Tendangan Depan/Tendangan A


        Sasaran daripada tendangan depan (Tendangan A) ialah perut/ulu hati dan alat kemaluan. Jika tendangan ini digunakan untuk menyerang bahagian-bahagian tubuh lawan yang berada di luar jangkauan postur tubuh, misalnya untuk menyerang kepala, biasanya menjadi tidak efektif kerana akan kehilangan kekuatan.

      1. Tendangan Belakang
      2. Tendangan Belakang atau yang lazimnya disebut Tendangan B ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke belakang, dengan arah lintasan tendangan dari arah depan ke belakang. Bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan ialah hujung tumit.
        Cara melakukannya : Awali dengan sikap pasang/stand, kemudian tendangkan kaki anda yang di belakang ke arah depan. Lakukan tendangan ini dengan memutar tubuh ke kiri atau ke kanan (:bila kaki kiri yang ditendangkan tubuh diputar ke arah kanan dan apabila kaki kanan yang ditendangkan, tubuh diputar ke arah kiri). Pada waktu memutar tubuh, kaki yang dijadikan tumpuan harus dijinjitkan. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, pada waktu melakukan tendangan kedua tangan harus dikepalkan dan dirapatkan erat-erat di samping pinggang.

        Tendangan Belakang atau Tendangan B

        Agar tendangan belakang ini dapat anda lakukan dengan benar, jangan menoleh pada waktu menendang. Pandanglah lawan melalui selangkangan anda. Setelah kaki ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda dengan gerakan emeti mengayun (spring) kemudian letakkan kembali kaki anda untuk membentuk sikap pasang seperti semula. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

      1. Tendangan Samping
      2. Tendangan Samping atau yang lazimnya disebut Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan sikap tubuh miring. bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan iaitu sisi telapak kaki atau "pedang" kaki. Cara melakukan tendangan T ini pada prinsipnya sama dengan tendangan-tendangan yang lain. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

        Tendangan Samping atau Tendangan T : Gunakan salah satu tangan anda untuk melindungi alat kemaluan.
    C. TEKNIK-TEKNIK PERTAHANAN DIRI

    Di dalam pencak silat, pertahanan diri atau Belaan diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dari serangan-serangan lawan dengan cara menghindar, menangkis dan lain-lain, sama ada dilanjutkan mahupun tidak dilanjutkan dengan serangan ke arah tubuh lawan.
    Belaan dasar pencak silat yang paling popular ialah belaan/pertahanan diri dengan cara menangkis. Terutama menangkis dengan menggunakan lengan dan menangkis dengan menggunakan lutut. Seperti halnya dengan serangan dasar, belaan dasar ini juga harus dilatih secara baik dan benar kerana akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik belaan di tingkat lanjutan.
    Ada dua teknik utama yang harus dimengerti agar dapat melakukan tangkisan secara baik dan benar.
    1. Pertama, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang keras (:lutut, siku, kepalan tangan) harus dilakukan dengan teknik benturan. Caranya iaitu dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, tepat pada saat serangan itu akan mendarat pada bahagian tubuh yang hendak kita lindungi. Teknik tangkisan benturan ini sangat efektif sebagai sarana pertahanan diri, kerana semakin keras serangan yang dilancarkan oleh lawan maka akan semakin parah akibat yang harus diderita oleh lawan. Falsafah para Pendekar : "BARANGSIAPA INGIN MENYAKITI DIALAH YANG AKAN KESAKITAN, BARANGSIAPA INGIN MEMBUNUH DIALAH YANG AKAN MATI."
    2. Teknik yang kedua, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang lunak ( ; lengan, telapak tangan, telapak kaki) harus dilakukan dengan teknik yang disebut "teknik tangkap bandol" atau "teknik tangkap bola". Serangan lawan tidak perlu kita tangkis dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, melainkan cukup dengan cara mengikuti laju alat serang lawan. Pada saat serangan itu akan mendarat/sampai di bahagian tubuh kita, laju serangan lawan kita tahan dengan kekuatan yang ringan-ringan sahaja, selanjutnya kita ikuti lagi laju serangan lawan. Dengan cara demikian maka kekuatan daripada serangan akan musnah sebelum serangan itu mencapai pada sasaran.
      1. Teknik tangkisan tangkap bola ini juga sangat efektif sebagai sarana untuk mempertahankan diri. Dengan teknik ini lawan akan cepat lelah kerana terlalu banyak tenaga yang dibuang-buang secara sia-sia. Dibandingkan dengan teknik tangkisan benturan, teknik yang meminjam tenaga lawan ini lebih sukar untuk dilakukan. Anda yang ingin menguasai teknik ini secara sempurna harus bersedia melatihnya secara terus menerus di samping harus rajin untuk melakukan percubaan-percubaan. Keterangan dan peragaan-peragaan di bawah ini menjelaskan tentang cara melatih tangkisan-tangkisan dasar tersebut di atas.
        1. Menangkis Pukulan Lurus
        2. Pukulan lurus biasanya diarahkan pada dada atau muka. Untuk menangkis pukulan lurus kita dapat menggunakan salah satu lengan atau siku. Caranya iaitu dengan menekuk lengan/siku tersebut kemudian membenturkannya (dengan alat serang lawan) ke arah kiri, ke arah kanan atau ke arah atas. Tangkisan ini harus dibarengi dengan menggeser kaki dan memutar pinggang, sehingga badan tetap dalam keadaan seimbang. Tangkisan yang baik dilakukan dengan cepat, tepat pada saat alat serang lawan hampir mendarat pada sasaran.

          Sabetkan lengan dan siku anda tepat pada saat pukulan hampir mendarat pada sasaran, jangan terlambat atau mendahului. Putar pinggang anda dan geser kaki kanan anda sedikit ke belakang, sehingga kepalan/alat serang lawan dapat kita buang lebih jauh.
        3. Menangkis Pukulan Bandul
        4. Pukulan Bandul atau pukulan Saduk biasanya diarahkan ke ulu hati atau ke arah ginjal kiri dan kanan. Pukulan ini dapat ditangkis dengan menggunakan lengan bawah bahagian dalam. Caranya : lengan bawah bahagian dalam tersebut kita sabetkan ke lengan bawah bahagian dalam milik lawan, ke bawah atau ke samping depan. Gerakan menangkis harus dilakukan dengan teknik tangkap bola atau teknik tangkap bandul. Dengan teknik tersebut maka laju serangan lawan akan dapat dengan mudah dihentikan tanpa menimbulkan rasa sakit pada tangan.

          Pukulan Bandul merupakan pukulan jarak dekat, jangan mengambil jarak terlalu jauh agar tangkisan dapat dilakukan dengan lebih baik. Pukulkan lengan anda ke lengan lawan, putar pinggang dan condongkan kuda-kuda anda sedikit ke belakang. Tangkisan lebih aman jika dilakukan dengan jari-jari mengepal.
        5. Menangkis Tendangan Depan
        6. Tendangan depan biasanya diarahkan ke bahagian ulu hati/perut dan alat kemaluan. Tendangan depan atau tendangan A yang terlatih dengan baik boleh sangat membahayakan, terutama jika mengenai alat kemaluan. Tendangan ini dapat ditangkis dengan mengangkat lutut ke atas, atau dengan cara mengibaskan telapak tangan (dengan pergelangan tangan yang ditekuk) ke kiri atau kanan. Jika alat tangkis yang kita gunakan untuk menahan serangan adalah lutut, kita harus menggunakan teknik benturan. Dan jika menggunakan telapak tangan, kita harus menerapkan teknik tangkap bola.

          Geser kaki kiri sedikit ke samping kiri, kibaskan telapak tangan anda ke betis lawan. Gerakan menangkis itu harus dilakukan tepat pada saat serangan hampir mengenai sasaran.
        7. Menangkis Tendangan Belakang
        8. Tendangan belakang atau Tendangan B biasanya diarahkan ke bahagian perut ke atas hingga dagu. Apabila dilakukan dengan cepat dan sempurna, tendangan ini sangat sukar diantisipasi. Akan tetapi jika dilakukan dengan sedikit terlambat, tendangan belakang ini malah boleh menjadi senjata makan tuan. Cara yang paling praktis untuk menahan tendangan belakang ialah dengan membenturkan lutut yang kita angkat ke atas dengan alat serang lawan (tumit).

          Angkat lutut anda tepat pada saat serangan akan mendarat pada sasaran di bahagian perut kita, bersamaan dengan itu, keprukkan kedua kepalan tangan anda. Tangkisan harus dibuat serapat mungkin sehingga benar-benar boleh melindungi tubuh kita.
        9. Menangkis Tendangan Samping
        10. Tendangan Samping atau Tendangan T biasanya diarahkan ke perut atau dada dan hampir tidak efektif jika tendangan ini diarahkan ke muka atau ke alat kemaluan. Meskipun demikian tendangan samping ini sebenarnya lebih sukar ditangkis dengan menggunakan tangan dan kaki. Tendangan ini lebih mudah dihindari dengan sedikit merendahkan kuda-kuda. Inipun harus langsung disusul dengan serangan bawah. Jika tidak disusul dengan serangan, maka hindaran yang kita lakukan hanya akan sia-sia bahkan boleh mencelakakan diri kita sendiri.
          Dalam keadaan terjepit tendangan samping dapat kita atasi dengan menangkiskan dua lengan atau siku yang kita rapatkan (blok). Gerakan tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, sehingga alat tangkis kita tidak terlalu keras membentur pada alat serang lawan. Pada waktu menangkis jari-jari harus dikepalkan untuk menghindari terjadinya cedera pada pergelangan.

          Tangkislah tendangan samping tepat pada pedang kakinya (sisi telapak kaki). Tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, serta dengan sedikit menggeser kaki ke belakang. Usahakan agar kepalan tangan tidak terlalu dekat dengan muka.

          Sebagai penutup, perlu ditekankan di sini bahawa teknik-teknik serangan mahupun teknik-teknik pertahanan/belaan tidak dapat dikuasai sekadar dengan memahami teori yang diberikan. Teknk-teknik tersebut harus dilatih secara rutin dan terus menerus, sehingga dapat menghasilkan gerakan-gerakan secara automatik/spontan. Di samping itu, apabila anda konsisten dengan teknik latihan penahanan nafas, maka secara berangsur-angsur saluran tenaga dalam anda akan terbuka dan akan terbentuk pula suatu radius tenaga dalam / Aura (= pagar automatik tenaga dalam ). Pada Tahap Empat nanti, anda akan diajari bagaimana cara membuktikan kewujudan pagar tenaga dalam automatik ini.
          Demikian adalah bentuk bentuk dari tahap 1, silahkan di praktikkan.
Detail

Mutiara Motivasi

Oleh: Ahmad Nugraha

"kekalahan bukanlah akhir dari dunia,melainkan awal dari sebuah kemenangan.

Terkadang,seseorang mengawasi kita dari dekat tanpa kita ketahui.

Sebuah permulaan yang baik adalah akhir dari sesuatu yang bahagia."
Oleh: Ahmad Nugraha

"kekalahan bukanlah akhir dari dunia,melainkan awal dari sebuah kemenangan.

Terkadang,seseorang mengawasi kita dari dekat tanpa kita ketahui.

Sebuah permulaan yang baik adalah akhir dari sesuatu yang bahagia."
Detail

Pentingnya Pendidikan Tasawuf dan Ilmu Kalam

Oleh: Arif Pranata Mustapa

"Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui penyempurnaan kurikulum. Pendidikan yang berkualitas tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis dan kompetitif.
Dalam konteks madrasah, agar outputnya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntuan desentralisasi. Dengan cara seperti itu, madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya.
Dalam konteks ini, peranan dan efektivitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sangat penting. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk tasawuf/ilmu kalam yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dan akhlak Islami, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.
Pendidikan tasawuf/ilmu kalam di madrasah aliyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansi mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) atau cara berteologi dan berakhlak tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pertumbuhan tersebut, disusunlah kurikulum nasional mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam untuk madrasah yang berbasis kompetensi dasar yang mencerminkan keberagaman kebutuhan peserta didik secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum tasawuf/ilmu kalam dan pelaksanaan pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan madrasah.
"
Oleh: Arif Pranata Mustapa

"Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui penyempurnaan kurikulum. Pendidikan yang berkualitas tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis dan kompetitif.
Dalam konteks madrasah, agar outputnya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntuan desentralisasi. Dengan cara seperti itu, madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya.
Dalam konteks ini, peranan dan efektivitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sangat penting. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk tasawuf/ilmu kalam yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dan akhlak Islami, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.
Pendidikan tasawuf/ilmu kalam di madrasah aliyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansi mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) atau cara berteologi dan berakhlak tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pertumbuhan tersebut, disusunlah kurikulum nasional mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam untuk madrasah yang berbasis kompetensi dasar yang mencerminkan keberagaman kebutuhan peserta didik secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum tasawuf/ilmu kalam dan pelaksanaan pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan madrasah.
"
Detail

Kisah Pencuri Roti

KISAH PENCURI ROTI

Suatu hari seorang wanita duduk di ruang tunggu sebuah bandara menanti jadwal penerbangannya tiba yang masih beberapa jam lagi. Untuk mengisi waktu, ia kemudian membeli buku dan sekantong roti di toko bandara itu, lalu kembali ke tempat  duduk semula dan di samping tempat duduknya telah ada seorang pria setengah baya yang juga sedang menunggu jadwal penerbangannya. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu demi satu roti yang berada diantara mereka. Wanita itu mencoba mengabaikan  kejadian tersebut meskipun hatinya kesal. Wanita itu terus membaca buku, makan roti dan melihat jam.

Namun setiap si wanita mengambil satu roti, Si pria pun ikut juga mengambil satu. Menit menit berlalu si pencuri roti yang pemberani itu terus menghabiskan roti persediaannya. Wanita tersebut sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!"
Nah... ketika hanya satu roti yang masih tersisa, ia berpikir dan bertanya dalam hatinya apa yang akan dilakukan si pria itu sekarang.

Dengan tersenyum dan sedikit gugup, si pria mengambil roti terakhir dan membaginya dua.
Si pria makan separo roti tersebut dan menyisakan yang separo lagi buat wanita itu. Si wanita pun makan  sisa roti yang tinggal separo itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini sungguh menyebalkan sekali, dan tidak tahu berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal seperti saat itu.

Saat terdengar pengumuman jadwal penerbangannya telah tiba  si wanita menghela napas lega. Ia lalu mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang tanpa menoleh sedikitpun pada si “Pencuri roti yang tak tahu terima kasih”. Di pesawat si wanita kembali ingin membaca buku tadi yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya untuk mencari bukunya, ia menahan nafas dengan kaget.
Ternyata se kantong roti miliknya, ada di dalam tasnya !!!
Lho rotinya kenapa masih ada disini, batinnya terkaget-kaget. Jadi roti tadi adalah milik pria itu dan ia mencoba berbagi. Akhirnya si wanita tersebut tersadar bahwa sesungguhnya dia sendiri yang tidak tahu berterima kasih. Wanita itu sangat menyesal karena terlambat untuk minta maaf dan berterima kasih  pada pria itu, ia tersadar bahwa ternyata dialah si pencuri roti itu...

­čŹ¬Kisah pencuri roti seperti di atas sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta sering berprasangka buruk terhadap orang lain. 
Orang lainlah yang selalu salah.
Orang lainlah yang patut disingkirkan.
Orang lainlah yang tidak tahu diri.
Orang lainlah yang berdosa.
Orang lainlah yang selalu bikin masalah.
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal justru kita sendiri yang terkadang salah menilai. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain padahal kita tidak tahu betul permasalahannya.

Salam...

From WhatsApp
KISAH PENCURI ROTI

Suatu hari seorang wanita duduk di ruang tunggu sebuah bandara menanti jadwal penerbangannya tiba yang masih beberapa jam lagi. Untuk mengisi waktu, ia kemudian membeli buku dan sekantong roti di toko bandara itu, lalu kembali ke tempat  duduk semula dan di samping tempat duduknya telah ada seorang pria setengah baya yang juga sedang menunggu jadwal penerbangannya. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu demi satu roti yang berada diantara mereka. Wanita itu mencoba mengabaikan  kejadian tersebut meskipun hatinya kesal. Wanita itu terus membaca buku, makan roti dan melihat jam.

Namun setiap si wanita mengambil satu roti, Si pria pun ikut juga mengambil satu. Menit menit berlalu si pencuri roti yang pemberani itu terus menghabiskan roti persediaannya. Wanita tersebut sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!"
Nah... ketika hanya satu roti yang masih tersisa, ia berpikir dan bertanya dalam hatinya apa yang akan dilakukan si pria itu sekarang.

Dengan tersenyum dan sedikit gugup, si pria mengambil roti terakhir dan membaginya dua.
Si pria makan separo roti tersebut dan menyisakan yang separo lagi buat wanita itu. Si wanita pun makan  sisa roti yang tinggal separo itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini sungguh menyebalkan sekali, dan tidak tahu berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal seperti saat itu.

Saat terdengar pengumuman jadwal penerbangannya telah tiba  si wanita menghela napas lega. Ia lalu mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang tanpa menoleh sedikitpun pada si “Pencuri roti yang tak tahu terima kasih”. Di pesawat si wanita kembali ingin membaca buku tadi yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya untuk mencari bukunya, ia menahan nafas dengan kaget.
Ternyata se kantong roti miliknya, ada di dalam tasnya !!!
Lho rotinya kenapa masih ada disini, batinnya terkaget-kaget. Jadi roti tadi adalah milik pria itu dan ia mencoba berbagi. Akhirnya si wanita tersebut tersadar bahwa sesungguhnya dia sendiri yang tidak tahu berterima kasih. Wanita itu sangat menyesal karena terlambat untuk minta maaf dan berterima kasih  pada pria itu, ia tersadar bahwa ternyata dialah si pencuri roti itu...

­čŹ¬Kisah pencuri roti seperti di atas sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta sering berprasangka buruk terhadap orang lain. 
Orang lainlah yang selalu salah.
Orang lainlah yang patut disingkirkan.
Orang lainlah yang tidak tahu diri.
Orang lainlah yang berdosa.
Orang lainlah yang selalu bikin masalah.
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal justru kita sendiri yang terkadang salah menilai. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain padahal kita tidak tahu betul permasalahannya.

Salam...

From WhatsApp
Detail

Tantowi Ahmad

TENTANG TONTOWI AHMAD

Tempat/Tgl. Lahir: Banyumas, 18 Juli 1987
Peringkat Dunia: Ganda Campuran
Peringkat Nasional: Ganda Campuran
Tahun Bergabung: 2005
Kategori Pertandingan: Ganda Campuran
Tangan (Kiri/Kanan): Kanan
Tinggi Badan: 179
Bagaimana mengawali karir bulu tangkis: Dorongan dari orang tua

PRESTASI
- Medali emas Olimpiade 2016
- Semifinal Singapore Open Superseries 2016 (Ganda Campuran)
- Juara Malaysia Open Superseries Premier 2016 (Ganda Campuran)
- Juara Indonesia Masters Grand Prix Gold 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Denmark Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Runner up Korea Open Super Series 2015
- Semifinalis BWF World Championships 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Indonesia Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Australian Open Super Series 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Piala Sudirman 2015
- Juara Asia Badminton Championships 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Singapore Open Super Series 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Malaysia Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2015 (Ganda Campuran)
- Runner Up All England Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Juara French Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Runner up Denmark Open Super Series Premier 2014 (Ganda Campuran)
- Runner up Asian Games 2014 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Indonesia Open Super Series Premier (Ganda Campuran)
- Juara Singapore Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Juara All England Super Series Premier 2014 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Malaysia Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Juara China Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Denmark Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 (Ganda Campuran)
- Juara India Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Juara BWF World Championship 2013 (Ganda Campuran)
- Juara Singapore Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Juara India Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2013 (Ganda Campuran)
- Juara All England Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Kejuaraan Nasional 2012 (Beregu Campuran)
- Juara Macau Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Semifinalis China Open Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Runner Up Denmark Open Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Medali Emas PON XVIII Riau 2012 (Beregu Putra)
- Medali Emas PON XVIII Riau 2012 (Ganda Putra)
- Medali Perak PON XVIII Riau 2012 (ganda campuran)
- Semifinalis Olimpiade London 2012
- Runner Up Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012
- Juara India Open Super Series 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Swiss Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Juara All England Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Macau Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Medali Emas Sea Games 2011 (Beregu Putra)
- Medali emas Sea Games 2011 (Ganda Campuran)
- Semifinalis French Open Super Series (Ganda Campuran)
- Semifinalis BWF World Championships 2011
- Runner Up Indonesia Open Super Series Premier 2011
- Juara Singapore Open Super Series 2011
- Semifinalis Piala Sudirman 2011
- Juara India Open Superseries 2011 (Ganda Campuran)
- Juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Semi finalis Swiss Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Perempat Finalis Korea Open Super Series Premier 2011
- Juara Kejurnas Antar Klub 2010 (Beregu Campuran)
- Medali Perunggu Asian Games 2010 (Beregu Putra)
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara II Chinese Taipei Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara I Macau Open Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara I Kejurnas 2009 (Ganda Campuran)
- Juara III Vietnam Open Grand Prix 2009 (Ganda Campuran)
- Juara III New Zealand Open Grand Prix 2009
- Juara I Vietnam Challenge 2009 (Ganda Campuran)
- Juara I Vietnam Grand Prix Open 2008 (Ganda Campuran)
- Juara I Vietnam Grand Prix Open 2007
- Juara I Thailand Challenge 2007
- Juara I JPGG Surabaya Challenge 2007

DI BALIK PERJALANAN KARIER
Pertandingan paling mengesankan: Vietnam Open 2007, tidak menyangka bisa menjuarainya karena sebelumnya di babak semifinal hampir tersingkir
Pertandingan paling mengecewakan: Dutch Open 2007, kalah dengan pemain yang non-unggulan karena saya tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya.
Lawan paling tangguh: He Han Bin/Yu Yang (China)
Rekan berlatih favorit: Rijal, Vik
Pertama kali menjadi wakil negara pada: Kejuaraan Asia Junior 2005

MENGENAL LEBIH DEKAT
Hobi: : Nonton, Makan, Bermain billiar
Makanan favorit: Masakan padang, Steak, Spagheti
Film favorit: Ada Apa Dengan Cinta, Titanic, Young and Dangerous
Lagu favorit: Pilot - Sepanjang Hidupku
Aktor/Aktris favorit : J. Cow
Atlit favorit: Nova Widianto
Acara TV favorit: Talk Show (Empat Mata)
Cita-cita/harapan untuk bulu tangkis: Menjadi pemain no. 1 dunia, Juara dunia, Juara Olimpiade
Cita-cita bila tidak berkarir di bulu tangkis: Dagang
Tentang saya: Mudah bergaul, humoris dan egois


Sumber dari PB DJARUM
TENTANG TONTOWI AHMAD

Tempat/Tgl. Lahir: Banyumas, 18 Juli 1987
Peringkat Dunia: Ganda Campuran
Peringkat Nasional: Ganda Campuran
Tahun Bergabung: 2005
Kategori Pertandingan: Ganda Campuran
Tangan (Kiri/Kanan): Kanan
Tinggi Badan: 179
Bagaimana mengawali karir bulu tangkis: Dorongan dari orang tua

PRESTASI
- Medali emas Olimpiade 2016
- Semifinal Singapore Open Superseries 2016 (Ganda Campuran)
- Juara Malaysia Open Superseries Premier 2016 (Ganda Campuran)
- Juara Indonesia Masters Grand Prix Gold 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Denmark Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Runner up Korea Open Super Series 2015
- Semifinalis BWF World Championships 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Indonesia Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Australian Open Super Series 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Piala Sudirman 2015
- Juara Asia Badminton Championships 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Singapore Open Super Series 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Malaysia Open Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2015 (Ganda Campuran)
- Runner Up All England Super Series Premier 2015 (Ganda Campuran)
- Juara French Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Runner up Denmark Open Super Series Premier 2014 (Ganda Campuran)
- Runner up Asian Games 2014 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Indonesia Open Super Series Premier (Ganda Campuran)
- Juara Singapore Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Juara All England Super Series Premier 2014 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Malaysia Open Super Series 2014 (Ganda Campuran)
- Juara China Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Denmark Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 (Ganda Campuran)
- Juara India Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Juara BWF World Championship 2013 (Ganda Campuran)
- Juara Singapore Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Juara India Open Super Series 2013 (Ganda Campuran)
- Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2013 (Ganda Campuran)
- Juara All England Open Super Series Premier 2013 (Ganda Campuran)
- Runner Up Kejuaraan Nasional 2012 (Beregu Campuran)
- Juara Macau Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Semifinalis China Open Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Runner Up Denmark Open Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Medali Emas PON XVIII Riau 2012 (Beregu Putra)
- Medali Emas PON XVIII Riau 2012 (Ganda Putra)
- Medali Perak PON XVIII Riau 2012 (ganda campuran)
- Semifinalis Olimpiade London 2012
- Runner Up Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012
- Juara India Open Super Series 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Swiss Open Grand Prix Gold 2012 (Ganda Campuran)
- Juara All England Super Series Premier 2012 (Ganda Campuran)
- Juara Macau Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Medali Emas Sea Games 2011 (Beregu Putra)
- Medali emas Sea Games 2011 (Ganda Campuran)
- Semifinalis French Open Super Series (Ganda Campuran)
- Semifinalis BWF World Championships 2011
- Runner Up Indonesia Open Super Series Premier 2011
- Juara Singapore Open Super Series 2011
- Semifinalis Piala Sudirman 2011
- Juara India Open Superseries 2011 (Ganda Campuran)
- Juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Semi finalis Swiss Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Campuran)
- Perempat Finalis Korea Open Super Series Premier 2011
- Juara Kejurnas Antar Klub 2010 (Beregu Campuran)
- Medali Perunggu Asian Games 2010 (Beregu Putra)
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara II Chinese Taipei Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara I Macau Open Grand Prix Gold 2010 (Ganda Campuran)
- Juara I Kejurnas 2009 (Ganda Campuran)
- Juara III Vietnam Open Grand Prix 2009 (Ganda Campuran)
- Juara III New Zealand Open Grand Prix 2009
- Juara I Vietnam Challenge 2009 (Ganda Campuran)
- Juara I Vietnam Grand Prix Open 2008 (Ganda Campuran)
- Juara I Vietnam Grand Prix Open 2007
- Juara I Thailand Challenge 2007
- Juara I JPGG Surabaya Challenge 2007

DI BALIK PERJALANAN KARIER
Pertandingan paling mengesankan: Vietnam Open 2007, tidak menyangka bisa menjuarainya karena sebelumnya di babak semifinal hampir tersingkir
Pertandingan paling mengecewakan: Dutch Open 2007, kalah dengan pemain yang non-unggulan karena saya tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya.
Lawan paling tangguh: He Han Bin/Yu Yang (China)
Rekan berlatih favorit: Rijal, Vik
Pertama kali menjadi wakil negara pada: Kejuaraan Asia Junior 2005

MENGENAL LEBIH DEKAT
Hobi: : Nonton, Makan, Bermain billiar
Makanan favorit: Masakan padang, Steak, Spagheti
Film favorit: Ada Apa Dengan Cinta, Titanic, Young and Dangerous
Lagu favorit: Pilot - Sepanjang Hidupku
Aktor/Aktris favorit : J. Cow
Atlit favorit: Nova Widianto
Acara TV favorit: Talk Show (Empat Mata)
Cita-cita/harapan untuk bulu tangkis: Menjadi pemain no. 1 dunia, Juara dunia, Juara Olimpiade
Cita-cita bila tidak berkarir di bulu tangkis: Dagang
Tentang saya: Mudah bergaul, humoris dan egois


Sumber dari PB DJARUM
Detail

POSTINGAN TERPOPULER

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Markazuna - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger